Senin, 06 Maret 2017

BAWANG DAYAK

Bawang Dayak adalah tanaman yang memiliki nama latin Eleutherine palmifolia. Bawang Dayak memiliki nama lokal yang beragam seperti Bawang Tiwai, Bawang Sabrang, bawang berlian, bawang lubak, teki sebrang atau bawang hantu. Bawang Tiwai merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah tempat suku Dayak tinggal. Tanaman ini
sudah secara Empiris dipergunakan masyarakat Dayak sebagai tanaman obat. Tanaman ini memiliki warna umbi merah dengan daun hijau berbentuk pita dan bunganya berwarna putih.
Letak daun berpasangan dengan komposisi daun bersirip ganda. Tipe pertulangan daun sejajar dengan tepi daun licin dan bentuk daun berbentuk pita berbentuk garis. Selain digunakan sebagai tanaman obat tanaman ini juga dapat digunakan sebagai tanaman hias karena bunganya indah. Bawang tiwai memiliki adaptasi yang baik, dapat tumbuh dalam berbagai tipe iklim dan jenis tanah. 

Selain hal tersebut di atas tanaman ini juga dapat diperbanyak dan dipanen dalam waktu yang singkat, sehingga tanaman ini dapat dengan mudah dikembangkan untuk kepentingan industri.

Umbi bawang dayak mengandung beberapa senyawa fitokimia yakni alkaloid, fenolik, steroid glikosida, flavonoid dan tannin. Alkaloid merupakan bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari heterosiklik. Bahkan senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida dan saponin memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah yang sangat bermanfaat untuk mengatasi diabetes melitus, 

bahkan alkaloid yang ada dapat berfungsi sebagai anti mikroba. Sedangkan kandungan tanin yang ada dapat digunakan sebagai obat sakit perut.

Secara turun temurun bawang dayak sudah dipergunakan masyarakat lokal sebagai obat berbagai jenis penyakit berat maupun penyakit ringan seperti kanker payudara, membantu mengatasi penyakit diabetes melitus, menurunkan hipertensi, menurunkan kadar kolesterol, obat bisul, dan lainnya.